gue butuh temen,yang gak mandang dari kekayaanya dia! gue benci sama temen yang kaya gitu!! gue benci!! coba lo yang kaya gitu pasti nyesek banget kan lo!ha?coba lo pikir?emang lo siapa dia,siapa gue?ha?!nyadar mba!!karma udh siap-siap tuh buat,kasih karma kelo,yg sifat lo kaya gitu!!
coba sifat lo,lo rubah!pasti lo bisa lebih baik kan? dunia berputar men,bisa aja nanti elo yang kaya gitu!! INGET!!
gue juga ga suka temen yang pilih kasih!liat dong lacation lo,nama dia doangkan?ha! lo kenal dia kls 8 men,nah lo kenal gue dari kls7!!! asallo tau ya,gue benci lo,tuh bukan dari kls 7,gue benci lo dari kls 8!! gue benci sama lo gue gasuka sifat lo nyet! coba lo ada diposisi gue?lo juga pasti benci sm tuh org!!padahal gue udh ngebanggain lo dari dulu men:')!ternyata lo kaya!yaAllah salah apa sih gue sm lo!! sampe-sampe lo giniin gue!:'(. lo nganggep dia tuh kaya adek lo sendiri men!!padahal engga kan?>:O sumpah GUE BENCI SAMA LO!!>:O PERGILO DARI KEHIDUPAN GUE!!!
It's all about someone (˘/\˘)
Kamis, 29 Maret 2012
Jumat, 13 Januari 2012
Ibu,Maafkan aku....!!!! #2
Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya.
Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun.
Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang.
Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan.
Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang.
Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?”
” Ya, tetapi, aku tdk membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu
“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.
Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi.
Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.
“Adaapa nona?” Tanya si pemilik kedai.
“tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.
“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,…
ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah”
“Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai
Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata
“Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi utukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”
Ana, terhenyak mendengar hal tsb.
“Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb? Utk semangkuk bakmi dr org yg baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.
Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia mnguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya.
Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg hrs diucapkan kpd ibunya.
Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas.
Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tdk memakannya sekarang”
Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.
Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kpd org lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita.
Tetapi kpd org yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.
Ibu, Maafkan Aku…!!!
Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya
Suaminya sudah lama meninggal karena sakit
Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.
Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi
Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.
Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi
Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan: “Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi
Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”
Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya
Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap
Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung
pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari
di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi
Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung
pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari
di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi
Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan “Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”
Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan
Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman
Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman
Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan
Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya
Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba
Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang
Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada
Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat
Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat
Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah
Tahukah anda apa yang terjadi?
Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah
dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi,
dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng
dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi,
dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng
Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata
Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan
Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya
Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan
Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya
Minggu, 20 November 2011
Doa Seorang Anak Kepada Ibu
Masihka ibu menikmati hidupmu
Hidup penuh kedamaian
Dalam hati ibu
Apakah itu sebuah impian
Yang selama ini menjadi harapan
Hidup penuh kedamaian
Dalam hati ibu
Apakah itu sebuah impian
Yang selama ini menjadi harapan
Berbanggalah Ibu
Karena ibu bisa menikmati hidup
Anakmu akan selalu berdoa
Hidup adalah jalan
Dimana penderiataan dan kebahagiaan
Selalu menyertainya
Karena ibu bisa menikmati hidup
Anakmu akan selalu berdoa
Hidup adalah jalan
Dimana penderiataan dan kebahagiaan
Selalu menyertainya
Sejenak anakmu merenung
Membayangkan
Betapa indah arti kehidupan
Inilah hidup, Ibu
Anakmu berdoa untukmu
Membayangkan
Betapa indah arti kehidupan
Inilah hidup, Ibu
Anakmu berdoa untukmu
Surat Untuk Ibu ♛
Hari ini aku tulis surat untukmu
Tentang kebahagiaan
Tentang penderitaan
Aku masih tetap ingat
Kata bijak yang engkau tulis
“Tersenyumlah
Sebab, senyum adalah ibadah”
Kebahagiaan selama ini
Adalah kebahagiaan untuk ibu
Penderitaan selama ini
Adalah penderitaan untuk ibu
Ibu
Ini adalah surat
Surat tentang kisah anakmu
Yang ditulis
Karena kebahagiaan
Karena penderitaan
Ibu, Anak, dan Cinta (´▽`ʃ♥ƪ)
Inilah waktu yang tepat
Seorang anak ingin mencari jati dirinya
Bantulah dengan penuh ikhlas
Cinta seorang anak kepada ibu
Adalah hati nurani
Demikian juga cinta seorang ibu kepada anak
Ibu ….
Biarlah anakmu mencari jati dirinya
Biarlah anakmu menempuh jalan hidup sendiri
Hanya doa ibu yang aku harapkan
Janganlah bersedih
Melihat anakmu pergi
Mencari jati diri, menempuh jalan hidup sendiri
Ibu ….
Anakmu bangga
Punya ibu sepertimu
Inilah kehidupanku Ibu
Saat kecil
Engkau tulis harapanmu, Ibu
Engkau berharap aku menjadi teladan
Hidup adalah jalan
Yang harus dilakukan
Karena hidup punya tujuan
Inilah kehidupanku
Kerasnya kehidupan seperti batu
Yang harus aku lakukan
Bagaimana kehidupanmu Ibu
Ceritakanlah Ibu
Apakah kehidupan ibu
Akan sama dengan kehidupanku
Kehidupan seorang teladan
Langganan:
Postingan (Atom)




